Rabu, 11 Juli 2012

Janganlah Kamu Berhati Lemah!



Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan(pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisaa':104)

M
eski ayat ini dalam konteks berperang, saya yakin, juga ditujukan untuk jihad-jihad yang lainnya, termasuk saat kita harus bersaing dalam mencari nafkah buat Anak dan istri karena hal  berini juga sebagian dari jihad.Bukan itu saja dalam menuntut ilmu kita juga berjihad. Kita tidak boleh berhati lemah dalam bersaing, jika kita memiliki kelemahan pesaing juga sama, malah kita memiliki kelebihan, yaitu “harap” atau raja’. Kita masih bisa berharap kepada Allah, sementara orang-orang yang tidak beriman tidak.Mengapa harus takut?cobalah tanamkan rasa percaya diri dalam hati anda,sebenarnya kita semua mempunyai potensi yang unik dan bermanfaat jikalau kita bisa mengasah dan menggalinya.Terkadang sebagian orang dari kita tidak percaya pada kemampuan yang ia miliki sebab MALAS untuk berusaha.
Suatu hal yang ironis bukan, justru dunia ini dikuasai oleh orang-orang yang tidak beriman. Seharusnya kita umat Islam bisa menjadi umat yang memimpin, karena kita punya Pelindung dan Penolong yang tempat kita berharap. Mari kita simak kisah berikut ini:

Seseorang yang berharap ingin menjadi utusan kabupaten dalam mengikuti sebuah pertemuan Nasional di wilayah Cibubur Jakarta Selatan.Ia adalah orang yang sederhana,namun berani bermimpi besar.Mungkin semua orang merasa mimpinya tidak begitu besar masa sih ke Jakarta aja diimpikan?ya memang hal itu menjadi impiannya sebab ia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana,untuk jalan-jalan didalam kabupaten saja dia harus menabung dulu beberapa bulan baru bisa jalan-jalan ya itung-itung buat beli bensin ama makanan dijalan lah.Mimpi itu dia tanamkan semenjak duduk dibangku Madrasah tsanawiyah,tiga tahun berlalu mimpi itu belum juga kunjung dicapainya namun ia tetap berusaha dengan mengikuti latihan-latihan kepramukaan.Hingga akhirnya sampailah ia di bangku SMA bebrapa perlombaan diikutinya,mulai dari baris berbaris,memasang tenda,tali temali semaphore,semua itu ia tekuni dengan sungguh-sungguh sangat beda sekali dengan teman-temannya yang lain yang menjadikan Pramuka sebagai ajang mencari pacar,hura-hura dan lain sebagainya.Suatu ketika di kabupatennya (Pasaman Barat).
Diadakanlah seleksi 20 orang anggota terbaik se Pasaman Barat untuk mengikuti acara Pertemuan bergengsi di kalangan anggota Pramuka itu yakni RAIMUNA NASIONAL yang ke 9 yang akan diadakan di Jakarta.Kesempatan inipun tidak disia-siakannya dia berusaha berlatih PBB(baris-berbaris),ikatan simpul,sandi dan pengetahuan umum seputar pramuka,walaupun waktu itu hari seleksi berbarengan dengan jadwal ujian semester genap untuk kenaikan kelas Ia tetap berusaha.
Rintangan mulai datang menghampirinya,sewaktu sepulang ujian karena tergesa-gesa menuju tempat seleksi, motor yang ia kendarai menabrak tukang becak untunglah tukang becak,becaknya dan motor yang Ia kendarai tidak apa-apa.Darahpun mengucur dari hidungnya,ia tak hiraukan semua itu seketika itu juga dia mengurus urusan kecelakaan itu ke kantor polisi(kebetulan kejadian itu dilihat oleh polisi) dan setelah selesai secepatnya Ia menuju tempat seleksi yang tidak jauh dari kantor polisi.Dengan hidung yang masih berdarah itu dia memasuki ruangan seleksi.Seleksi pertama yakni pengetahuan Umum waktu yang disediakan hanya 100 menit untuk menjawab 100 soal,sementara waktu telah berlalu 15 menit.Tidak ada toleransi keterlambatan.Dengan hati pasrah kepada Allah dan hanya mengharapkan ridhoNya Ia kerjakan soal itu dan hanya selesai 80 soal itupun karena waktu telah habis,dia tidak punya kesempatan lagi.
Hari kedua seleksi.Hari ini adalah kemampuan baris-berbaris,tali temali beserta sandi-sandi Pramuka dan tes kesehatan.kebetulan hari itu tidak ada ujian jadi seleksi hari itu berjalan lancar hingga sore.Tinggal satu seleksi lagi yakni keterampilan,ternyata panitia memutuskan seleksi keterampilan dilanjutkan setelah magrib digedung Pemerintah Daerah kabupaten Pasaman Barat.Ini merupakan satu tantangan terbesar lagi baginya.Mengapa demikian?Ia berjanji pada ayah dan bundanya pulang sebelum magrib karena dirumah telah dijadwalkan sebelum magrib semua anggota keluarga harus berkumpul dirumah tanpa terkecuali karena dirumah akan dilaksanakan sholat magrib berjama’ah dan satu jam bersama Al-qur’an dan Hadist.Tanpa pikir panjang Ia pun pulang kerumah,setelah rangkaian acara magrib selesai Ia pamit epada ayahnya untuk kembali mengikuti seleksi.Ternyata sang ayah tak mengizinkan Ia pergi,sebab jarak dari rumah ke gedung PEMDA cukup jauh dan haripun hujan.Hati kecilnya sangat memberontak namun apa boleh buat Ia tak boleh melanggar aturan yang telah ditetapkan sang Ayah.Segala daya dan upaya Ia lakukan untuk membujuk sang Ayah agar memberikan izin perselisihan kecilpun terjadi.Tapi Ia tak berputus asa akhirnya dengan deraian air mata dia berdo’a kepada Allah.
Entah apa yang terjadi,Ayahnya mengizinkan pergi namun harus ditemani oleh Bundanya dan hujan harus berhenti,kalau masih hujan Ia tidak dibolehkan pergi.
Adzan Isyapun telah berkumandang Harapannya tidak berhenti sampai disana,Iapun sholat dan Alhamdulillah hujanpun telah reda.Dengan perasaan penuh haru Ia berangkat bersama Bundanya.Satu keajaiban lagi ternyata acaranya belum dimulai sebab dewan juri belum lengkap.Iapun mempersiapkan segala sesuatunya dan tampil dengan maksimal.
Esok harinya,dilakukan tes wawancara dan setelah dzuhur pengumuman hasil seleksi.Ba’da dzuhur semua peserta dari Sembilan kecamatan berkumpul semua.Pengumumanpun dilaksanakan.Diawali dengan 10 putera.
Dan pada angka ke 19 namanya tak juga kunjung terpanggil,air matapun mengalir dipipinya berharap menjadi yang terakhir.
ALLAH yang maha pengasih menunjukkan kebesarannya di waktu itu
“Dan yang terakhir,sengaja kami letakkan di akhir karena peserta ini memperoleh nilai tertinggi dari semua peserta dan akan mendapatkan hadiah berupa tabungan dari bapak bupati Pasaman Barat……,Dia adalah Yani Sestria”
Kulihat air mata haru jatuh di pipi Bunda,bunda sangat tahu sekali bagaimana aku sangat menginginkan sekali berangkat ke Jakarta dan mendapatkan Momen terpenting Ini.
Subhanallah……..dimana ada kemauan disitu ada jalan dan Allah telah berjanji :

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah:134)

Mungkin orang tua kita hebat, mungkin pendahulu kita hebat, tetapi yeng lebih penting ialah sehebat apa diri kita. Mungkin kita bisa menikmati apa yang sudah diperoleh oleh para pendahulu kita, tetapi jika kita hanya menikmati dan membangga-banggakan hasil pendahulu kita, itu tidak ada artinya, karena yang hebat bukan diri kita, tetapi pendahulu kita. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa atas yang dilakukan oleh pendahulu kita.
Pahala mereka bagi mereka, kita tidak akan kebagian kecuali kita memanfaatkan apa yang telah diperoleh oleh pendahulu kita untuk tujuan yang baik. . Sekarang tinggal apa yang akan kita lakukan untuk diri kita sendiri. Kita tidak akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang diperlakukan oleh mereka. Jadi apapun yang dilakukan oleh pendahulu kita, baik atau buruk, kita harus tetap bertindak untuk diri kita.Ingat teman jangan MENCONTEK dan jadilah PEMAIN kehidupan jangan hanya jadi PENONTON karena semua orang juga bisa jadi penonton tapi tidak semua orang bisa jadi pemain.

Sweet memori……in cibubur Jakarta 27 juni 2008….
Teruslah bermimpi..!dan berusahalah mewujudkannya!

 .


Akhirnya gak Cuma liat monas dalam frame



Ketemu sahabat…………



Mungkin sederhana…….
insyaAllah bermakna,jangan ukur dari nilainya tapi lihatlah dari perjuangannya……….!!

1 komentar:

Hanif Muslim mengatakan...

Terharu...........

Poskan Komentar

Conter Flag

free counters